Home » , » Cerpen: Jalan Ke Syurga 2

Cerpen: Jalan Ke Syurga 2

Posted by ARIE CELLULAR on Saturday, 14 June 2014

Book Manipulation by Designertheo
Malam semakin larut, udara dingin terasa menghembus tulang. Bintang, yang bekerja di negeri beton itu terlihatmengemas pakaian mempersiapkan untuk dia libur.
Minggu pagipun tiba, terlihat Bintang keluar, menikmati masa liburnya, dengan dandanan yang super sexi, rok mini ketat, kaos merah ketat belah bagian punggungnya., rambut lurus sepinggang hasil reboundingan dengan berbagai warna, dan anting sebesar gelang tangan warna merah menyala, tak lupa ia memakai sepatu high heel 1 meternya.
Sungguh, Bintang yang sekarang berbeda dengan Bintang yang lima tahun lalu. Bintang yang berasal dari keluarga kaya yang kemudian tertimpa berbagai musibah. selain Ibunya yang sakit dan menghabiskan banyak uang untuk pengobatanya, perusahaan Almarhum Ayahnya juga bangkrut alhasil hutang-hutang pun menumpuk dan Rumah satu-satunya yang mereka tinggalin pun harus disita Bank.
Bintang berusaha Tegar dengan keadaanya, dan ia selalu mendengarkan ocehan Bulan. Namun hari ke hari kebutuhan keluarga semakin bertambah dan Ayah tiri Bintangpun sudah mulai tua, pendapatan yang P. Danu peroleh hanya cukup untuk makan. sementara hutang di Bank masih menumpuk.
Akhirnya Bintang memutuskan untuk merantau mengikuti jejak sahabatnya Rani.
Ia berangkat ke Hongkong di iringi tangis Ibu dan Ayah tirinya yang sangat menyayanginya, dengan bekal segenggam Harapan, yaitu ingin merubah perekonomian keluarga menjadi lebih baik.
Namun ternyata gemerlpnya  dunia menutupi mata hatinya.
Libur penuh hura-hura, keluar masuk tempat-tempat Maksiat. Ocehan Bulan yang dulu menjadi pedoman hidupnya sudah tak lagi terpelihara di kepalanya. Lima tahun sudah  ia seolah-olah melupakan keluarganya yang senantiasa mendo'akanya dan mengharapkanya. 
''Kriiiiiiinggg......Kriiiiiiiingg.... Suara nada dering Hanphone Bintang, segera ia mengangkat dengan agak jengkel bergumam, aiihhh siapa siiihhh... lantas dengan nada cantonese nya ,  '' Waiiii....''
sapanya dalam Telefon.

''Assalamu'alaikum Nak, ini Ayah. Tolong telfon balik ya nak, ada yang penting. Wassalamu'alaikum.''
terdengar suara parau dari seberang, agak cemas. 
Bintang pun segera menelvon balik dengan agak sebal.
''Waiiii...!!", sapa Bintang lantang.
"Assalamu'alaikum wr.wb,,''
Ayahnya dari seberang Menyapanya. 
''Langsung saja, ada yang penting apa sih yah??" balas Bintang.
''Astaghfirulloh  Nak,, kok salam Ayah tidak di jawab tho,,??'' Kata P.Danu.
''Hmm,,, ada apa sih yah??"
Mau minta uang lagi ya? Jawab Bintang ketus.
''Iya Nak, maaf Ibu kamu waktunya kontrol kesehatan, dan angsuran Bank bulan kemarin kan juga masih nunggak.
''Walahh Yah, Yah .... Uang segitu saja kok telvon segala. Makanya kerja lagi donk. Atau di jual saja kambingnya  !!'' Sahut Bintang sambil menutup telvon nya dengan kasar.

Beberapa minggu kemudian , Bintang terlihat melenggang seperti biasa di Victory park khas dengan dandananya yang ala meriah carrey. Terlihat matanya yang melihat kanan kiri, sepertinya sedang menunggu seseorang, sambil sesekali menghisap rokoknya, "Huuufffffftttt....''''
"Assalamu'alaikum ,,'' sapa gadis berjilbab yang tiba-tiba telah berada di sampingnya.
"Sedang menunggu teman ya mbak?? Mau sambil baca-baca Mbak? Ini ada Majalah bagus buatan kita-kita para BMI lho mbak. ''Tawar gadis berjilbab itu ramah.''
Namun Bintang tak merespons sedikitpun. ''Oh iya mbak, Kebetulan bulan depan ada pengajian, ini leafletnya bisa sambil di baca. Infak seikhlasnya kok mbak,, mungkin mbak berkenan datang." Kata gadis itu dengan senyum ramahnya.  ''Tanpa memandang orang yang sedang berbicara panjang lebar di hadapanya, Bintang pun menerimma leaflet tersebut, lalu meremasnya menjadi bentuk bola kucel, dan melemparnya begitu saja. Gadis berjilbab yang memberinya pun hanya mengelus dada, lalu tersenyum ramah sambil mengucapkan salam dan berpamitan.
Selasa malam jam Tujuh-an, Bintang sibuk dengan kegiatan rutinnya, Memasak untuk makan Malam. Dengan tiba-tiba terdengar bunyi bell pintu berbunyi, segera Bintang mengintip siapakah gerangan yang datang? Karena majikanya sudah pulang Kantor semua. 
Ternyata beberapa orang polisi yang datang, ia pun bergegas ke dalam, memberi tahu Majikanya.
Usut punya usut, ternyata Majikanyalah yang ''mengundang'' polisi-polisi terebut untuk '' menjemput''
Bintang di rumah.
Ternyata Majikanya telah melaporkan Bintang dengan tuduhan telah mencuri Hanphone Majikan, yang sebenarnya adalah barang pinjaman ''pegangan'' selama bekerja di rumah tersebut untuk Bintang.
Serta adanya dua surat Tagihan  Billphoint dari sebuah Instansi Telekomunikasi yang Familiar di Hongkong.
Di tambah adanya surat peringatan dari Bank perkreditan karena dia telah menjadi saksi utama dari temanya yang meminjam uang sebesar 50.000 $, dan sekarang temanya itu pergi entah kemana.
Setelah sehari semalam meringkuk di kepolisian, Bintang akhirnya di bebaskan, dan boleh kembali ke rumah majikan. Ia kaget bukan kepalang, karen mendapat sambutan ''special'' dari Majikanya.
Barang-barangnya telah tertata rapi di koper, dan ia pun di persilahkan untuk tidak mengerjakan kegiatan rutinya di rumah tersebut selamanya. ia di Terminate tanpa di beri uang sepeserpun untuknya.
Lengkaplah sudah penderitannya, bulir-bulir penyesalan menetes di wajahnya.
Tiba-tiba terbayang melintas di pelupuk mata tentang keluarganya di rumah, wajah Ayah dan Ibunya.
Terbayang pula kelakuan -kelakuan nakalnya, hanya penyesalan itulah satu-satunya yang menemaninya kini.
Kini,  Bintang tinggal di sebuah Shelteryang tak hanya berorientasi pada Advokasi dan ketenagakerjaan, tetapi juga dalam bidang keagamaan.

Di situlah Bintang kembali menemukan dirinya yang dulu. Kembali menemukan Alloh, dalam keterpurukanya. Ia rajin mengikuti kegiatan-kegiatan positif yang di adakan di shelter tersebut. Ia kini menjadi Bintang yang amat berbeda dari hari kemarin.
Tatapanya kini pasti, yaitu untuk masa depanya dan keluarganya yang menunggunya dengan segunung harapan padanya.
Terngiang ia akan kata-kata "Bulan sahabatnya" yang mengatakan bahwa, 
"Kesalahan adalah guru yang terbaik dalam hidup''
maka, sepatutnyalah kita bersyukur kepada Allah yang masih memberi kita kesempatan untuk merubah diri  dan berbuat baik kepada sesama. Disinilah sesungguhnya kasih sayang Allah tercipta.
Meneteslah air mata Bintang setiap mengingatnya. ia sangat yakin Allah amat sangat mencintai dan mengasihiNYA.
Sekarang Bintang melangkah pasti di jalan Dakwah Fi Sabilillah !!
Menimba ilmu dan mengisi hari-harinya dengan kegiatan positif. 
Beberapa bulan kemudian Bintang mendapatkan Majikan yang baru, dan Alhamdulillah Majikanya islam, ia memperbolehkan ia menjalankan ibadah dengan bebas, termasuk boleh mengenakan jilbab dalam keseharianya.
Subhanalloh,, Bintang makin dekat dengan cinta sejatiNYA,,Alloh yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang!!
Setiap liburnya kini ia gunakan untuk tetap istiqomah menimba ilmu di sebuah Organisasi islam. Kasih Alloh tertambat kuat dalam hatinya. Bintang semangat untuk belajar, belajar dan belajar dari kesalahan-kesalahanya. Ia belajar menata dan memperbaiki masa depanya. dan semakin mendekat 
kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.
Alhamdulillah 'Ala kulli haal.





Thanks for reading & sharing ARIE CELLULAR

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Search This Blog

Popular Posts