Home » , » Sajak Tanpa Suara I

Sajak Tanpa Suara I

Posted by ARIE CELLULAR on Monday, 26 May 2014




I'M ALSO HUMAN

Idon't need a wreath of flowers
Just to make a happy.....
Idon't want my name written with gold ink....
Because I just need you to admit
As a human being....
I didn't want to like this
I also want to feel independent
You imprison me without humanizing I....
You're smiling above the object of my blood....
Did you take my forced smile
You made me struggle...
Tearing her up no remaining
Still lacking the passon that you copyrigh ted....
Sould their graves Today my body??"
In order for you to recognize me as a human!!"



RASA YANG TERTINGGAL

Di hitamnya pertemuan
Menjadikan rindu di mabuk angan
Bergelombang menyususuri
Semak semak harap

Aku hanya pecinta kata
Berbekal pena dan aksara
Ku puisikan mu dalam
bait-bait duka

Jika rasa yang tiba-tiba
ini dinama cinta
Mengapa baru terasa
setelah kau tiada

Atau cuma begitu
skenario semesta untukmu
Untuk cinta kita
Setelah hatiku kau jamah
kaupun enyah



MIMPI

Dan kini aku hanya terobsesi
Melanjutkan Mimpi-Mimpi
yang pernah terhempas
oleh sang penakluk hati
Sebelum sesal kembali
Memakamkanku lebih cepat



RINDU

Kemarin kita masih bermain canda
Menghiasi Cakrawala dengan pena
Di tabur semerbak sejuta rasa
Indah mewangi tiada tara

Kini jangankan merekah tawa
Senyum seulas pun terkulum di dada
Pedih namun apalah daya
Bagai memakan buah simalakama

Ku coba lagi mengingat memory lama
Yang sengaja ku tinggal di ujung sana
Biar ku temui lagi yang lebih indah
Yang ternyata pahit kurasa

Semua hilang lenyap seketika
Yang kini ada dan ku rasa
Rinduku semakin terbelenggu luka

Kini semua telah jauh di mata


TENTANGMU

Engkau adalah sajak  .   .   .   .  .
Yang ku tulis di dalam selimutku
Syair di dalam mimpi-mimpiku

Engkau irama .   .   .    .   .
di setiap degub jantungku
Puisi yang bersembunyi
di sudut hati  .   .   .    .

Ku tulis namamu di setiap bait puisiku .  .   .
Dan ku sebut nama mu di setiap do'a ku,
begitulah cara ku mengingat mu




MERINDUMU

Senyum mu adalah
air mata ribuan puisi . . .
Amarah mu itu ketukan hati
Teguran mu lembut menenangkan
Sapa mu bagaikan tiupan angin pagi sejuk layaknya embun
Dan hatimu muara
Yang telah aku singgahi

Pada hangat pelukmu
Ingin ku labuhkan rinduku
Setiap waktu
Engkau inspirasi hidupku

Karna Engkau satu-satunya
orang yang mampu menerima aku apa adanya
Kekurangan ku dan kelebihan ku

Engkaulah dermaga jiwa ku



SAHABAT

Indahnya persahabatan
Membawa lembaran terang
Membawa hakekat . . .
kebahagiaan dan perdamaian

Begitu pentingnya persahabatan
Dan kebersamaan. . .
Perbedaan tidak untuk di jauhi
Namun dengan berbuka hati menyikapi
Dengan segala kerendahan hati


BAHASA RASA

Ketika kebohongan dan dusta
berperang mencari kebenaran
Aku dan cinta masih
setia pada ke maafan

Sebab cinta tak bermuara
Biarkan aku mengalir
Hingga hati menemui hilir



KINI AKU TAU

Kini aku tau
Arti dari kesedihan
Saat aku mulai di lupakan

Kini aku tau
Arti dari bahagia
Saat sayang mulai datang

Kini aku tau
Arti dari perpisahan
Saat orang yang aku
sayang menghilang

Kini aku tau
Arti dari Senyum Air Mata
Saat semua hal yang indah
Tinggal kenangan

Kini Aku Tau



AKU

Masa kecil tlah ku lalui
Masa Remajapun tlah terlewati
Kini aku bukan dewasa lagi
Masa  tua pun sudah mendekati
Meski hidupku penuh dengan duri
Tetap ku jalani dengan ikhlas hati


Melalui jalan yang berliku
Akan ku raih cita-citaku
Meninggalkan bayangan masa lalu
Dan bangkit untuk Masa depan ku
Demi bahagia keluargaku


BAHASA RASA

Kamu itu sederhana
Menjawab yang aku tanya
Memberi yang kamu bisa
Tersenyum saat senang
Bahkan  juga tertawa

Namun entahlah...
Hati ini begitu meninggikan mu
Hingga kamu yang sederhana
Terlihat sempurna di pelupuk mata

Mengagumi mu aku
Serupa belajar matematika
Sulit tuk ku ingat rumusnya

Jadilah saat rindu bertanya
Hanya satu jawab yang ku punya
Satu di tambah dua itu Lima



SENJAKU

Sajak sendu fatamorgana
Bait luka cinta membara
Hati kukuh terkikis waktu
Terhempas tiupan sang bayu

Gambaran cinta gambaran rindu
Tak bersajak tak berlagu
Kembalilah wahai senjaku
Aku hanya ingin bersama mu


MELEBUR BEDA

Jarak yg membentang
Antara kita tak berkurang
Tidak juga bertambah
Semua  lenyap oleh
dekapan sang malam

Satu tak harus sama
beda bukan alasan tak mencinta

Aku mendung kau hujan
Dan cinta itu pelangi
Tak ada yang beda
Karna,,,,
kita saling bertautan



SAJAK PAGI

Angin pagi membawa warta
Disitu kidung cinta kau lantunkan
Sajak  pujangga kau syairkan

Pada fajar yang menyapa
Kidung rindu tercipta untukmu
Menghadirkan aksara tanpa makna
Terdiam sunyi dalam
rongga-rongga jarak dan waktu




Bawa Bulan Terang Telanjang

Menunggu malam tiba,
Ditemani hujan dan kopi tanpa gula.
Pahit dilidah.Biarlah.

Gelap,gelap.
Barat di tatap.
Dingin,dingin
Angin dan ingin.

Kureguk kopi yang masih hangat.
Malam,segeralah datang.
Bawa rembulan terang telanjang.


MUNAJAT KHU

Jatuh bangun kehidupan ku
Membuat diriku ....
Mulai tabah menerima ujian MU

Matahari bersinar terang
Mata ku terbuka jauh memandang

Aku bersyukur kepada-MU
Atas hidayah yang telah
Engkau karuniakan kepadaku
Atas kesempatan ini
Untuk merasakan segarnya
udara pagi

Aku sadar ,aku hanyalah
hamba- Mu
yang lemah tiada daya
Hati ku kotor berlumuran
dosa-dosa  .  .  .
Ampuni aku wahai Ya Rabb
Ampuni segala keterlanjuran ku Ya Rabb . . .

Ya Alloh . . .
Tunjukkan aku jalan lurus- Mu

Jika suatu kelak aku kembali
Sucikan hatiku sesuci air wudhu

Aamiin Ya Robbal Alamin



BIMBANG

Siang berganti malam... 
Malam berlalu pagipun menjemput... 
Semilir berhembus tiupan sang bayu... 
Disini ku masih terdiam dan membisu... 
dengan lamunan yang tak menentu

Lagi-lagi ku termangu... 
terbelenggu dalam bimbang dan ragu
Aku pun tak tau arah tuk menuju... 
hati sudah terlanjur pilu... 
Langit yang biru terasa kelabu... 
Serasa mati namun hidup

Lagi-lagi ku tak mampu... 
menapak kaki yang terasa lumpuh... 
Aku seakan tak bisa melangkah... 
Kaki ku terasa kaku membeku

Hati yang luluh kini menjadi angkuh... 
air yang jernihpun terasa keruh... 
Seakan menjerit namun mulutku membisu... 
yang ada hanya bimbang yang tak menentu



Prayer In the night 

In the silent of the night...
My chiks alone
Long time I was in the world
But not satisfied was looking for
Never mind I've tasted much kan dering
I miss the more desirous
Simply wanted tomeet with the or lord
I have fond memories of the my riads of hitchiking
Glad I wentthrough it's hard
O lord thy servants to
sureender one self
with all humility
if someday I return
I beg You to cean the liver
from the nature I'm not commendable
You give the gift of an adged
beautiful I lobbed happy I later
the scond step wherever I walk
but.........
only to You I'm back
best wishes for happy eternal in nature





HADIRMU

Dalam perjalanan kehidupan ini
Memang ada banyak lakon yang tergelar
Tentang suka atau duka
Semua telah tercatat  rapi
Dalam buku kehidupan yang misteri
Begitu juga dengan kehadiran mu
Kamu kamu dan Kamu...

Kamu yang periang
Kamu yang selalu mengundang senyum dan semangat
Aku tidak tau apa rencana Tuhan
Dibalik drama kehidupan ini
Yang aku tau...
Kamu datang mengalun seperti angin
Menyejukan...
Memberi ketenangan dan kenyamanan
Kamu tak hanya bisa,namun juga ada
Untukku...

Namun...
semua yang terjadi hanya serupa ilusi
Di antara mimpi dan nyata yang tak pasti
Sebab, pada lembutnya suara dan renyahnya tawa
Aku masih terpaku pada ketanyaan ku
Mungkinkah Temu khan bertamu??"



Kopi Di Ujung Senja

Bersekutu dengan kopi,
Melarutkan lelah kedalam cangkir.
Bersiap menutup hari,
Bersama senja yang segera berakhir.

Hari yang sama,
Cerita yang berbeda.
Rasa yang sama.
Dengan makna yang berbeda.

Terima kasih semesta,
Lelah masih dapat kurasa.
Terima kasih Segala,
Nafas masih dapat kumakna.

Kopi kuaduk perlahan,
Kuhirup satu tegukan.
Asap kuhembuskan.
Dan pahit-pun melarut
dalam senyuman



MATI MATI SENDIRI

Sepeninggal luka,
tak pernah mengering.
Sisakan nada hampa,
pada syair mengiring.

Aku menyayat dadaku sendiri,
dalam dunia inginku sendiri,
mengubur jiwaku sendiri,
mati, mati sendiri.

Meneruskan langkah.
Tersandung kaki,
oleh kakiku sendiri.

Saat semua telah tenang,
yang tersisa hanyalah arang.
Semua telah terbakar,
oleh apiku sendiri.

Matilah mati sendiri.



CINTA MAYA

Lewat ketikan-ketikanmu
Aku mengagumimu
Lewat syair-syairmu
Aku merindumu

Mengenalmu membuat
Ku tak ingin Sedetikpun
beranjak dari layar kaca ku

Waktu terasa cepat
Saat aku dan kamu
Melanglang buana
Bercengkerama maya

Kata-kata mu mengandung
gravitasi tersendiri
Kau buat aku melayang
Di atas alunan rasa
yang kau cipta

Engkaulah cinta maya .  . .  .  .
Yang ku temui di sudut hayalku



Dusta

Gemuruh luka yang kau cipta
mengarus deras di semak" nadiku
berdesir,,,
menghujam di sela-sela detak jantungku

Bersama dingin yang berdakwah
Ku unggun kan nama mu
di atas bara. . .

cinta yang ada lenyap oleh dusta tertera
hancur tak berskala, musnah tak berdenah


Mempertanyakan Hujan

Adakah Hujan melukai?
Lalu mengapa kau memaki.
Adakah hujan menyakiti?
Lalu mengapa kau membenci.

Air ini adalah selamanya air.
Yang pasti memiliki akhir.
Hujan ini selamanya Hujan,
Ada perhentian kemudian.

Nikmatilah.
Ia adalah berkah.


Jika di beri kesempatan untuk hidup seribu tahun lagi aku akan ciptakan sejuta puisi untuk hidupku heheeee .... selamat membaca sob ... salam hangat penulis

Thanks for reading & sharing ARIE CELLULAR

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Search This Blog

Popular Posts