Cerpen: Mawar Berduri (bag 3 selesai)


Mata Mawar basah oleh tangisan. Tubuhnya lunglai. Fikirannya berkecamuk manakala teringat kejadian beberapa menit lalu. Ya, di depan matanya, anaknya menghembuskan nafas yang terakhir. Yang membuatnya berat berpisah dengan anaknya, karena selama ini dia telah menelantarkanya, menyianyiakanya dia terlalu di sibukkan dengan ego nya, serakah, gengsi bahkan dia rela bekerja di tempat-tempat maksiat demi gengsinya. Terlebih setelah dia membaca surat dari Rika yang di selipkan di bawah bantal sebelum ia tersadar,

Teruntuk mu: Ibu

Orang yang paling Rika sayang, orang yang selalu Rika harap kehadiranya. Bu, aku anakmu anak kandung ibu. Aku tidak tahu pasti apa alasan ibu tidak mengakui aku sebagai anak. Aku sayang ibu, kami semua sayang ibu. Kami butuh ibu, seperti anak-anak yang lain.

Ibuku yang aku sayangi....
Mungkin suratku ini, merupakan surat yang terakhir. Sekaligus sebagai pertemuan yang terakhir pula. Karena, ketika Ibu membaca surat ini, mungkin aku sudah tidak ada di dunia ini lagi...

Ibuku yang aku sayangi, ku harap Ibu bisa menahan air mata dulu untuk menyelesaikan membaca surat ini. Karena dengan membaca surat ini Ibu akan bisa menjawab teka-teki yang selama ini membebani pikiran Ibu.

Ibu... Rika tau, Rika dan adek-adek Rika tidak sedarah. Ibu tidak usah kaget, Rika sudah lama tau. Pak Danu bukan Ayah Rika khan bu..., tapi Dia sudah lebih dari seorang Ayah pada umumnya. Dia adalah Ayah sekaligus ibu buat kami. 

Ibuku yang aku sayangi, Ibu masih ingat khan dengan bayu... Cowok hidung belang yang menawarku dengan harga tinggi. Dialah Malaikat penyelamatku Bu. Dia membeliku tapi Dia tak pernah menyentuhku, dia hanya berusaha menyelamatkan aku dari Ibu. Apa Ibu pernah berfikir bahwa Bayu adalah orang baik? Sebelumnya aku juga tak pernah berfikir seperti itu. Tapi Tuhan Maha tau, Tuhan Maha Adil dan Tuhan tidak akan membiarkan Hamba-Nya dalam kesulitan. Dan lewat tangan Bayu lah Tuhan mengeluarkanku dari lembah hitam yang telah Ibu anggap sebagai Syurga Ibu.

Ibuku yang aku sayangi, tentang penyakit Rika... Sebenarnya penyakit ini sudah lama dan ini memang sudah prediksi dari dokter, bahwa penyakit Rika sudah mencapai stadium akhir dan tak bisa di obati lagi. Selama ini Rika menjalani perawatan jalan dan Bayu-lah yang membiayai semuanya. Sampai akhirnya aku mendengar kabar, bahwa Ibu di rumah sakit dan membutuhkan donor Jantung.

Ibuku yang aku sayangi, aku tak pernah menyalahkan Ibu atas semua ini. Aku tau keinginan Ibu, hanya saja Ibu telah salah mengambil jalan. Jika Ibu berkenan, ada satu keinginan yang ingin Rika sampaikan. 
Bu, Rika ingin Ibu pulang ke rumah dan tidak pergi lagi, jaga adek dan Rawat Ayah, mereka sangad membutuhkan Ibu. Itu saja. 

Ibuku yang aku sayangi, maafkan Rika. Jika selama ini Rika belum bisa membahagiakan Ibu dan Rika belum bisa berbakti pada Ibu. Kini pencarian Rika telah berakhir dan Rika sangad bahagia bisa menyaksikan Ibu sehat dan berkumpul dengan Keluarga, meski hanya sekilas.
            
             Salam sayang anakmu, Rika.

Dada mawar terasa sesak bagaikan di sambar petir, penyesalan kembali memenuhi relung batinnya. Anak ku hu..hu..hu..hu.... Suara tangis Mawar semakin menjadi. "Maafkan Ibu nak" kata-kata itu selalu keluar terulang-ulang dari mulut Mawar.

"Sudah Bu, ikhlaskan Rika, mungkin ini sudah Takdir Tuhan". Kemudian dari belakang Pak Danu memeluknya.

*TamaT*