Cerpen: Mawar Berduri (bag 2)

               
Lima bulan sudah, pencarian Rika seperti tak membuahkan hasil. Ya, akhir februari lalu Rika sempat bertemu dan mengajak pulang ibunya, tapi tak berhasil. Kini rumah besar yang ibu Rika tinggalin dulu telah disita bank. Dan penghuninya berhamburan entah kemana setelah diadakan razia oleh pemerintah.

Yah, Rika berangkat dulu. "Rika berpamitan kepada Ayahnya
Kamu mau kemana Nak? "Tanya Ayahnya heran, karna hari ini hari minggu"
Mau ke rumah Nita yah, ada tugas bersama dari sekolah. "Jawab Rika"
Oooh, jangan pulang terlalu malam ya.... Nanti malam Ayah lembur sampai jam 22:00 kasihan adek-adek mu.
Iya Ayah, Rika ngerti kok... sambil mencium tangan Ayahnya Assalamu'alaikum  "lalu ia berlari kecil menuju tukang ojek di perempatan jalan."


Pagi Neng, mau kemana nih ??" Tanya tukang Ojek
Pagi juga bang, mau ke terminal bus bang, bisa anter nggak?
Wooh bisa Neng bisa, yuuuk abang anter...
Rika hanya tersenyum manis dan segera naik di belakang...


Baru kali ini rika berbohong sama Ayah, maafin rika yah.. dalam hati rika sangat resah, entahlah rika hanya ingin mencari ibu dan ibu maafin rika yah maafin. Dengan nafas yang sesak di dada, rika menghembuskan pelan-pelan. Tak terasa dua jam sudah lewat, akhirnya rika sampai juga di terminal bus TulungAgung - Surabaya. Tujuan rika masih sama dengan hari-hari yang kemarin, hanya ingin mencari dan menemui ibunya kemudian mengajaknya pulang, sebab rika mendegar kabar terakhir ibunya ada di surabaya.


Setiba di surabaya, tiba-tiba hujan turun dengan deras tanpa rika sadari.
Aduuuch, nggak bawa payung lagi. "sambil turun dari bus rika menggerutu kemudian berlari ke masjid terdekat untuk berteduh"

Hujan sudah mulai reda, rika kembali berjalan menyusuri gank-gank kecil bertanya kesana kemari sampai akhirnya rika bertemu dengan  Om Om.
Permisi Om, apa Om pernah lihat orang yang ada di foto ini atau mungkin mengenalnya ? "Tanya rika sambil meperlihatkan foto ukuran 3x4 yang   sudah lusuh"
Kamu temanya Mawar ya, Om itu  balik bertanya kepada rika".
Mawarrr???" rika terkejut,merasa nggak kenal sama orang yang namanya Mawar.
Iya, Mawar...orang yang ada di foto kamu ini kan Mawar.
Bukan, dia Dewi Om...
Dewii???" dia Mawar dek, dia sangat terkenal di kampung ini. Dialah penghancur rumah tangga orang di kampung ini. Selain menjadi penari dan penyanyi club malam dia juga ahlinya merebut suami orang. Wajah cantiknya dia gunakan sebagai pemikat setiap laki-laki yang melihatnya. Dia bener-bener mawar berduri. "dengan nada kesal om om itu menjelaskan pada rika, dan rika hanya bisa menahan sesak dan terdiam.
seperti itukah ibu ku? "tanya rika dalam hati sambil tertunduk lesu"
Kalau kamu tidak percaya kamu bisa buktikan omongan Om, di pertigaan jalan itu ada warkop disana biasanya dia mangkal. "kemudian om om itu pergi meninggalkan rika.


Tanpa berfikir lama, rika pun menuju ke tempat yang di tunjukkan om om itu. Mata rika celinguk an kesana kemari, memang banyak wanita-wanita psk yang mangkal disitu. Tapi rika belum juga menemukan sosok ibunya.


Tik tik tik waktu berdenting, pukul tujuh sudah lewat rika hampir saja putus asa dan ingin meninggalkan tempat itu. Tiba-tiba mobil Mercedez benz dari seberang melaju dengan kecepatan tinggi dan berhenti tepat di samping rika berdiri. Mata rika terbelalak, ia melihat ibunya turun dari mobil itu dengan pakaian super sexy kemudian berjalan masuk ke dalam club. 

Dengan sigap rika pun membuntuti ibunya dari belakang, dengan mengenakan wig dan kaca mata hitam yang telah di siapkan jauh-jauh hari supaya ibunya tidak mengenalinya.


Di dalam rika menyaksikan dengan jelas apa saja yang di lakukan oleh ibunya, rika hanya bisa mengelus dada dan menyeka air mata. Ia teringat Ayah dan adek-adeknya.



Bersambung