3 Wasiat Malaikat Jibril

Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh para perawi hadits seperti Bukhari, Muslim, Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan wasiat-wasiat malaikat Jibril yang berarti amat penting untuk mendapat perhatian kita.

Pertama:
adalah berlaku baik kepada istri.
Dalam satu hadits, beliau bersabda :

 مَازَالَ جِبْرِيْلُ يُوْصِيْنِيْ بِالنِّسَاءِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُحَرِّمُ طَلاَقَهُن

“Jibril senantiasa berwasiat kepadaku agar memperlakukan istri sebaik mungkin sampai saya mengira jika istri itu haram diceraikan.”

أََكْمَلُ الْمُؤْمِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ.

”Mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya. Dan yang paling baik di antara kamu ialah mereka yang paling baik terhadap istrinya.” (HR Ahmad)

أَبْغَضُ الْحَلاَلِ إِلَى اللهِ الطَّلاَقُ   
          
“Sesuatu yang halal tetapi dibenci oleh Allah adalah talak.” (HR Abu Dawud dan Ahmad)

kedua:
adalah berlaku baik kepada tetangga.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَازَالَ جِبْرِيْلُ يُوْصِيْنِيْ بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ يَجْعَلُهُ وَارِثًا

“Jibril senantiasa berwasiat kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga sampai-sampai saya mengira kalau tetangga itu akan dijadikan ahli waris.” (HR Ibnu Majah)

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ.                          
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya.” (HR Bukhari dan Muslim)

خَيْرُ اْلأَصْحَابِ عِنْدَ اللهِ خَيْرُهُمْ لِصَاحِبِهِ وَخَيْرُ الْجِيْرَانِ عِنْدَ اللهِ خَيْرُهُمْ لِجَارِهِ

“Sebaik-baik teman di sisi Allah ialah yang terbaik kepada temannya dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah ialah yang terbaik kepada tetangganya.” (HR Tirmidzi)

Ketiga:
adalah melaksanakan shalat secara berjamaah :

مَازَالَ جِبْرِيْلُ يُوْصِيْنِيْ بِالصَّلاَةِ فِى الْجَمَاعَةِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ لاَ يَقْبَلُ اللهُ تَعَالَى صَلاَةً إِلاَّ فِى الْجَمَاعَةِ.         
                                                    
“Jibril senantiasa berwasiat kepadaku agar melakukan shalat berjamaah sampai aku mengira Allah tidak akan menerima shalat kecuali dengan berjamaah. (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah)

أَنَّ رَجُلاً أَعْمَى، قَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ لَيْسَ لِيْ قَائِدٌ يَقُوْدُنِيْ إِلَى الْمَسْجِدِ. فَسَأَلَ رَسُوْلَ اللهِ أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ فََيُصَلِّى فِى بَيْتِهِ فَرَخَّصَ لَهُ. فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ، فَقَالَ لَهُ: هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلاَةِ؟ قَالَ: نَعَمْ قَالَ: فَاَجِبْ.


“Ada seorang buta datang menemui Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan  berkata, ‘Ya Rasulullah, saya tidak mempunyai penuntun yang akan membimbing saya ke masjid.’ Lalu ia memohon kelonggaran untuk shalat di rumah saja. Permintaan itu dikabulkan oleh Nabi. Namun baru saja ia pergi, tiba-tiba Nabi memanggil kembali dan bertanya, ‘Adakah engkau mendengar panggilan untuk shalat (adzan)?’ Ia menjawab, ‘Ya.’ Maka sabda beliau, ‘Kalau begitu datangilah!’” (HR Muslim)

Semoga bermanfaat bagi kita bersama! Amin ya rabbal ‘alamiin.